Cari

Memuat...

Breaking News

Recent Posts

Profil Guru Masa Depan

Oleh : BAMBANG SUGIHARTO

MENGAJAR hanya dapat dilakukan dengan baik dan benar oleh seseorang yang telah melewati pendidikan tertentu yang memang dirancang untuk mempersiapkan guru. Dengan kata lain, mengajar merupakan suatu profesi.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat, muncul dua kecenderungan: Pertama, proses mengajar menjadi sesuatu kegiatan yang semakin bervariasi, kompleks, dan rumit.

Kedua, ada kecenderungan pemegang otoritas struktural, ingin memaksakan kepada guru untuk mempergunakan suatu cara mengajar yang kompleks dan sulit.

Sebagai akibat munculnya dua kecenderungan di atas, guru dituntut untuk menguasai berbagai metode mengajar dan diharuskan menggunakan metode tersebut. Misalnya, mengharuskan mengajar dengan CBSA. Untuk itu, guru harus dilatih dengan berbagai metode dan perilaku mengajar yang dianggap canggih.

Demikian pula, di lembaga pendidikan guru, para mahasiswa diharuskan menempuh berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan mengajar. Namun sejauh ini perkembangan mengajar yang semakin kompleks dan rumit belum memberikan dampak terhadap mutu siswa secara signifikan.

Tidaklah mengherankan kalau kemudian muncul pertanyaan mengapa mengajar menjadi sedemikan kompleks dan rumit?

Mengajar merupakan suatu seni untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diarahkan oleh nilai-nilai pendidikan, kebutuhan-kebutuhan individu siswa, kondisi lingkungan, dan keyakinan yang dimiliki oleh guru.

Dalam proses belajar mengajar, guru adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik, mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya dalam batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten. Sekaligus guru akan berperan sebagai model bagi para siswa.

Kebesaran jiwa, wawasan dan pengetahuan guru atas perkembangan masyarakatnya akan mengantarkan para siswa untuk dapat berpikir melewati batasbatas kekinian, berpikir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Dalam melaksanakan tugas tersebut guru akan dihadapkan pada perbagai problem yang muncul dan sebagian besar problem tersebut harus segera dipecahkan serta diputuskan pemecahannya oteh guru itu sendiri pada waktu itu pula. Sebagai konsekuensinya, yang akan dan harus dilakukan oleh guru tidak mungkin dapat dirumuskan dalam suatu prosedur yang baku.

Proses transfer pengetahuan atau sering dikenal dengan istilah Proses Belajar Mengajar (PBM) memiliki dua dimensi. Pertama adalah aspek kegiatan siswa: Apakah kegiatan yang dilakukan siswa bersifat individual atau bersifat kelompok. Kedua, aspek orientasi guru atas kegiatan siswa: Apakah difokuskan pada individu atau kelompok.

Berdasarkan dua dimensi yang masing-masing memiliki dua kutub tersebut terdapat empat model pelaksanaan PBM, yaitu:

Pertama, apa yang disebut Self-Study. Yakni, kegiatan siswa dilaksanakan secara individual dan orientasi guru dalam mengajar juga bersifat individu. Model pertama ini memusatkan perhatian pada diri siswa. Agar siswa dapat memusatkan perhatian perlu diarahkan oleh dirinya sendiri dan bantuan dari luar, yakni guru. Siswa harus dapat mengintegrasikan pengetahuan yang baru diterima ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki. Untuk pelaksanaan model Self-Study ini perlu didukung dengan peralatan teknologi, seperti komputer. Keberhasilan model ini ditentukan terutama oleh kesadaran dan tanggung jawab pada diri sendiri.

Kedua, apa yang dikenal dengan istilah cara mengajar tradisional. Model ini memiliki aktivitas siswa bersifat individual dan orientasi guru mengarah pada kelompok. Pada model ini kegiatan utama siswa adalah mendengar dan mencatat apa yang diceramahkan guru. Seberapa jauh siswa dapat mendengar apa yang diceramahkan guru tergantung pada ritme guru membawakan ceramah itu sendiri. Siswa akan dapat mengintegrasikan apa yang didengar ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki apabila siswa dapat mengkaitkan pengetahuan dengan apa yang diingat. Model ini sangat sederhana, tidak memerlukan dukungan teknologi, cukup papan tulis dan kapur. Keberhasilan model ini banyak ditentukan oleh otoritas guru.

Ketiga, apa yang disebut model Persaingan. Model ini memiliki aktivitas yang bersifat kelompok, tetapi orientasi guru bersifat individu. Model ini menekankan partisipasi siswa dalam kegiatan PBM, semua siswa harus aktif dalam kegiatan kelompok tersebut. Seberapa jauh siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan akan ditentukan oteh seberapa jauh kegiatan memiliki kebebasan dan dapat membangkitkan semangat kompetisi. Pengetahuan yang diperoleh dan dapat dihayati merupakan hasil diskusi dengan temannya. Model ini memerlukan teknologi baik berupa alat ataupun berupa manajemen seperti bentuk konferensi dan seminar. Keberhasilan model ini terutama ditentukan oleh adanya saling hormat dan saling mempercayai di antara siswa. CBSA, merupakan salah satu contohnya.

Keempat, apa yang dikenal dengan istilah Model Cooperative-Collaborcitive. Model ini memiliki aktivitas siswa yang bersifat kelompok dan orientasi guru juga bersifat kelompok. Model ini menekankan kerjasama di antara para siswa, khususnya. Kegiatan siswa di arahkan untuk mencapai tujuan bersama yang telah merupakan konsensus di antara mereka. Konsensus ini didasarkan pada nilai-nilai yang dihayati bersama. Oleh karena itu, dalam kelompok akan senantiasa dikembangkan pengambilan keputusan. Kebersamaan dan kerjasama dalam pembelajaran merupakan kerjasama di antara para siswa untuk mencapai tujuan belajar bersama.

Agar dapat melaksanakan empat langkah tersebut di atas, guru hanya memerlukan tiga kemampuan dasar, yakni

a) didaktik, yakni kemampuan untuk menyampaikan sesuatu secara oral atau ceramah, yang dibantu dengan buku teks, demontrasi, tes, dan alat bantu tradisional lain;

b) coaching, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan mempraktikan keterampilannya, mengamati sejauh mana siswa mampu mempraktekkan keterampilan tersebut, serta segera memberikan umpan balik atas apa yang dilakukan siswa; dan,

c) socratic atau mauitic question, guru menggunakan pertanyaan pengarah untuk membantu siswa mengembangkan pandangan dan internalisasi terhadap materi yang dipelajari.

Tanpa menguasai tiga kemampuan dasar tersebut, ibaratnya pemain sepakbola yang tidak memiliki kemampuan dasar bermain bola, seperti bagaimana menendang atau heading yang baik dan benar, betapapun dididik dengan gaya samba Brazil atau gerendel Italia tetap saja tidak akan dapat memenangkan pertandingan. Demikian pula untuk guru, tanpa memiliki tiga kemampuan dasar tersebut, betapa pun para guru dilatih berbagai metode mengajar yang canggih tetap saja prestasi siswa tidak dapat ditingkatkan.

Sebaliknya, dengan menguasai tiga kemampuan dasar tersebut, metode mengajar apa pun akan dapat dilaksananakan dengan mudah oleh yang bersangkutan.

(Penulis, Bambang Soegiharto, Guru SMP Negeri 51 Bandung)*
http://www.klik-galamedia.com/profil-guru-masa-depan

Read more ...

Lain Harapan ICW Lain Pula Harapan Guru

Sembilan Pekerjaan Ruman Mendikbud Baru versi harapan Guru :

1. peningkatan pendapatan guru,
2. peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru,
3. tersedianya sarana dan prasarana mengajar yang lengkap
4. perbaikan nasib anak guru,
5. penempatan guru yang luwes
6. kenaikan pangkat dan golongan 
7. jaminan  masa tua 
8. jaminan kesehatan
9. perumahan yang layak

JAKARTA - Setidaknya ada sembilan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan menteri pendidikan baru. PR tersebut bervariasi, mulai mutu pendidikan hingga pembasmian praktik korupsi di kalangan kementerian.

Peneliti Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Siti Juliantari menyatakan, sembilan PR itu harus diselesaikan Mendikbud Anies Baswedan dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir.

"Kalau permasalahan ini tidak dicari jalan keluarnya, sama saja tidak ada perubahan. Apalagi dengan penggabungan dua kementerian, maka akan ada implikasi kinerja selama ini. Bagaimana pemindahan anggaran dan personalia," ujar Tari di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2014).

Kesembilan PR tersebut, kata Tari, meliputi perbaikan akses pendidikan, peningkatan akses pendidikan, dan peningkatan akses pendidikan. Kemudian, terkait penghentian implementasi kurikulum serta penghapusan ujian nasional (UN).

"Selanjutnya, revisi Undang-Undang Pendidikan Nasional, meningkatkan efektivitas koordinasi kebijakan dan program pemerintah di tingkat pusat dan daerah, serta mengkaji prioritas anggaran pendidikan. Terakhir, mengurangi dan melawan praktik korupsi di sektor pendidikan," ungkapnya.

Peneliti lainnya dari Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Febri Hendri, menambahkan, persoalan pendidikan di Indonesia memang sangat luas. Oleh karena itu, dia mengimbau mendikbud baru mampu membuka diri dan menerima saran dari berbagai pihak untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Pendidikan di Indonesia sangat kompleks dan mempunyai permasalahan yang luas. Kami harapkan mendikbud baru bisa memulai pekerjaannya dengan cara yang elegan dan mau menerima masukan dari berbagai pihak," imbuh Febri.
Read more ...

Ribuan Anak Guru Honorer Terancam Putus Sekolah

net/GM


BANDUNG,(GM).-
Ribuan anak guru honorer di Kota Bandung terancam putus sekolah. Hal itu seiring dengan mahalnya biaya sekolah SMA/SMK saat ini.
Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung, Yanyan Herdiyan mengatakan, tingginya biaya sekolah di Kota Bandung membuat para guru honorer di Kota Bandung menjadi resah. Mereka khawatir tidak bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA/SMK. Saat ini jumlah guru honorer di Kota Bandung sendiri mencapai sekitar 20.479 orang.
"Biaya sekolah untuk ke SMA/SMK saat ini sangat mahal. Artinya akan ada ribuan anak guru honorer yang putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMA/SMK," jelas Yanyan, Jumat (14/11).
Dikatakannya, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bisa terjadi. Pasalnya, pendapatan para guru honorer di Kota Bandung sendiri sangat minim.
"Rata-rata pendapatan guru honorer itu sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Itu sangat minim, jangankan untuk biaya sekolah anaknya untuk mencukupi kehidupan sehari hari saja sudah morat marit," katanya.
"Kita berharap dinas pendidikan dan DPRD Kota Bandung maupun DPRD Provinsi Jabar bisa memperhatikan itu, karena pendapatannya tidak layak," katanya. 
Read more ...

Pelantikan Ketua PAGI Bandung.

Kesadaran pentingnya pendidikan yang dapat memberikan harapan dan kondisi yang lebih baik dimasa mendatang, mendorong anak-anak guru di Kota Bandung, ikut berkiprah dibidang pendidikan, baik berupa peningkatan mutu pendidikan maupun kesejahteraan guru dan ketenagaan pendidikan. Anak-anak guru membentuk organisasi Persatuan Guru Indonesia (PAGI).

Sedikitnya 500 anak guru Kota Bandung, berkumpul bersama orangtuanya,  yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)Kota Bandung, mendeklarasikan diri sekaligus dilantik kepengurusannya untuk masa bhakti 2008-2012 oleh Ketua Pagi Jabar, Heri Hudaya, bertempat di GOR Saparua Jalan Saparua Bandung, Jumat (22/02/08). Disaksikan Wali Kota Bandung, H Dada Rosada SH, M.Si, Ketua PAGI Pusat, Iswara, Ketua PGRI Jabar, Saheri Hermawan SH, MH dan Ketua PGRI Kota Bandung, Kustiwa Benoputera M.Pd, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, H Dana Setia, jajaran pengurus PGRI kecamatan dan anak-anak guru se Kota Bandung yang berusia 16 tahun keatas.

Acara ditandai penyerahan bantuan 1.000 pohon, bantuan PT Telkom untuk diteruskan kepada PAGI. Pemberian penghargaan dari PGRI kepada wali kota, karena dinilai telah banyak memberikan dukungan, perhatian dan jasa-jasanya pada bidang pendidikan, lebih khusus lagi kepada PGRI Kota Bandung.

Kustiwa menuturkan, tujuan dibentuknya PAGI, adalah dalam upaya meningkatkan dan memperkuat daya juang serta daya tahan masyarakat madani, khususnya anak-anak guru melalui aktifitas dan jaringan kerjasama dengan formulasikan dan merumuskan ide-ide konstruktif, berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan negara, terjalinnya hubungan harmonis serta membina persatuan diantara putera-puteri guru, sekaligus menyiapkan kader-kader PGRI yang handal.

Ditambahkan Kustiwa, PGRI Kota Bandung adalah satu-satunya PGRI di Jawa Barat yang tidak memiliki gedung kantor sekretariat. Namun atas bantuan Rp. 2 milyar dari Wali Kota Bandung, akan kembali memiliki Kantor Sekretariat di Jalan Caringin Bandung. Peletakan batu pertama pembangunannya, akan dilaksanakan Maret tahun ini.

Dewan Pimpinan PAGI Kota Bandung yang dilantik, yaitu dr H Gunadi Sukma Bhinekas M. Kes (Ketua), dibantu 6 orang wakil ketua, yaitu Husni Farhani Mubaroq, Drs Wahyudin Darmalaksana M.Ag, Drs Iwan Gunawan M.Si, Hendra Kurniawan M.Si, Mimin Midaningsih S.Pd, Minggus Satriadi SE. Sekretaris Drs Abdul Gaos M.Pd, dibantu 6 orang sekretaris, yaitu Dra Sudewi Subrata, Aji Gita Nugraha STP, Ginan Leswati S.Pd, Taqwa Fitra Samudera STMD, Rida Emilia dan  J Rukman. Bendahara, H Aman Raksanegara S.Sos , dibantu 3 orang wakil bendahara, yaitu dr Santi Maria B, Ida Erawati SE, Dewi Suci Utami ME.

Dewan Penasihat, terdiri Wali Kota Bandung H Dada Rosada SH, M.Si (Ketua), Kepala Disdik Kota Bandung, H Oji Mahroji (Sekretraris), dengan anggota Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, Drs H Dana Setya, Ketua PGRI Kota Bandung, Drs Kustiwa Benoputera.

Heri Hudaya mengemukakan, dirinya merasa bangga, Kota Bandung memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan pendidikan. Melalui 7 program prioritasnya, termasuk pendidikan dengan Target Bandung Cerdas 2008, didukung program Bawaku Sekolah dan penyisihan infaq 2,5 % dari Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) PNSD Pemkot untuk Wakaps Wajib Amal Kebaikan Pendidikan Siswa) bagi siswa kurang mampu, kesejahteraan guru formal maupun non formal, telah mampu mendorong Indek Pembangunan Manusia (IPM) pendidikan, melampaui IPM Pendidikan Propinsi Jawa Barat.

Pemkot Bandung, dikatakan wali kota, akan tetap konsisten untuk menuntaskan 11 persoalan guru. Kesebelas persoalan ini, diantaranya kesejahteraan dan status guru, anak yang tidak bisa sekolah dan membayar SPP karena orangtuanya kurang mampu, serta prasarana dan sarana infrastruktur sekolah yang rusak. Ini akan diperbaiki dan diselesaikan satu persatu secara bertahap.. “Bagi yang belum, saya minta bersabar, Insya Allah kabagian. Tapi bagi yang sudah kebgian ingin ditingkatkan, mangga ditingkatkan, asal sepanjang dananya ada. Nanti setelah bantuan yang dua milyar untuk menbangun kantor PGRI, berikutnya  ingin umroh, mangga. Ini kan uang rakyat, uang bapak ibu semua, asal prosedur, saya tidak butut kasir (pelit),” ujarnya.

Jadi menurutnya, nantinya para guru tinggal fokus mendidik dan mencerdaskan masyarakat,, tidak lagi mikir macam-macam kebutuhan. Kesejahteraan, ajeg dan enaknya para guru, itulah yang akan dituju. Sedangkan kepada jajaran PAGI Kota Bandung, wali kota mengharapkan, sebagai wadah menyalurkan aspirasi dan partisipasi, khususnya dalam membangun, mengembangkan dan mempertahankan  keberadaan organisasinya, PAGI haruslah memahami kebutuhan dan kepentingan tidak saja angotanya, tapi juga pemerintah dan bermanfaat bagi masyarakat. “Ini Jika PAGI ingin eksis dan diterima masyarakat, “ ujarnya.  (www.bandung.go.id)
Read more ...

Apa Pandangan Mendikbud Baru Terhadap Guru ?

Hemat saya, kalau benar Presiden Jokowi ingin melaksanakan janji kampanye "Revolusi Mental", satu-satunya jalan adalah memperbaiki kualitas dari guru.  Bukan hanya soal rekruitmen dan remunerasi, namun meninjau sistem pendidikan secara keseluruhan dari sudut pandang guru.

Ditangan gurulah 3 (tiga) element penting transformasi kognotif, afektif dan psikomotoris pada muridnya. Benar murid adalah objek dan sekaligus sebagai subjek, namun itu tergantung bagaimana gurunya.  Mau memakai metode Student Center Learning, mau sistem CTL, mau sistem CBSA, tergantung kualitas guru.  

Tidak cukup upaya atau himbauan Mendikbud agar guru diberikan 'previlages' (hak istimewa) dengan diskon dimana-mana. Perlu upaya standarisasi mutu guru, perlu mengevaluasi berapa banyak guru yang ada di Indonesia, berapa banyak status guru yang masih honor dengan remunerasi dibawah tukang parkir dsb.

Selamat Hari Guru.


REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Hari Guru 2014 yang akan jatuh pada 25 November mendatang harus menjadi momen untuk memuliakan guru. Begitu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Ahad (23/11).

Merayakan Hari Guru, menurut Anies, jangan hanya membiarkan para guru upacara, sementara masyarakat menonton. Menurut dia, Hari Guru adalah saat yang tepat bagi setiap orang untuk menengok para guru yang telah berjasa dalam hidup mereka. 

"Seluruh rakyat Indonesia yang sudah mendapatkan pendidikan, saya mengundang, datangi guru Anda, salami tangannya, cium tangannya, bilang terimakasih," ujar Anies, berbicara di sela menjadi pemateri seminar bertema kepemimpinan di kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Anies menganggap, semua orang telah berhutang kepada guru. Menengok guru, menurut dia, adalah sebentuk upaya kecil berterimakasih.

"Datangi beliau, tanya kabarnya. Kita semua sudah menapatkan begitu banyak kemajuan karena guru itu. Nasib kita berubah, nasib guru itu belum tentu berubah," ujar penggagas Gerakan Indonesia Mengajar tersebut.

Selain itu, Anies juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban pengeluaran guru.

"Jika Anda jual koran, kasih diskon dong. kalau Anda jual buku, beri diskon. Kalau Anda punya bengkel, biarkan enggak usah ngantri. Kalau Anda ngasih (keistimewaan kepada) pejabat, banyak orang protes. Tapi kepada guru, tak ada satupun orang yang protes," kata Anies.

Dalam momentum Hari Guru, Anies menekankan kembali, harus menjadi ajang balas budi kepada para pendidik. "Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak untuk mebangun gerakan memuliakan guru," kata mantan Rektor Universitas Paramadina itu.
Read more ...

Tasyakur dan Doa Bangsa

BANDUNG, (PRLM).- 1.200 orang dari kalangan menengah di Jawa Barat, mengadakan "Tasyakur dan Doa Bangsa" untuk bersyukur atas Pilpres yang telah dilalui pada 9 Juli 2014 yang lalu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) ini berlangsung di Masjid Pusdai Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Jumat (11/7/2014), dan dihadiri dari berbagai variasi sosial masyarakat.
"Yang hadir di sini ada dari Majelis Pengajian, Karang Taruna, Struktural BKMM, Perwati, PAGI, LSM dan beberapa perkumpulan lainnya, bahkan mereka datang dengan menggunakan angkutan kota, delman, sepeda dan kendaraan unik lainnya," kata Penyelenggara Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), Giri M. Qudrat, Minggu (13/7/2014).

Giri mengatakan bahwa dalam acara ini terlihat kebersamaan saat para peserta ini mendoakan serta akan mendukung ketegasan dan martabat lembaga-lembaga penyelenggara Pemilu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. "Para peserta ini secara khusyu berdoa bersama, dan acara pun berlangsung khidmat saat ustadzah Sofiah atau yang akrab disapa Bunda Devi memberikan tausiahnya dengan indah," ujarnya.
Dalam tausiahnya tersebut secara lugas, lanjut Giri, Bunda Devi menyimpulkan bahwa karakter pemimpin seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan bangsa Indonesia tersebut.
Pemimpin Indonesia itu, menurutnya, harus orang yang mampu memenuhi kriteria, seperti kereligiusan maupun penggunaan rasio nalar yang amat baik, dan ketegasan yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. "Kami pun bersyukur atas telah terselenggaranya Pilpres 2014 kemarin, dan dalam Pilpres kemarin pun ternyata telah membangun kekuatan segmen-segmen sosial untuk bergerak maju," kata Giri.
Oleh karena itu kata Giri, dia bersama para peserta maupun masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk mendoakan pemimpin seperti Prabowo Subianto demi kebaikan bangsa agar lebih baik dimasa datang. (Mochamad Iqbal Maulud/A-147)***
Read more ...

Sambutan ketua PAGI-JABAR

Sambutan ketua PAGI-JABAR dalam
Diskusi Kebijakan Publik dalam Pendidikan
di Cirebon

PUJI SYUKUR KITA PANJATKAN KE KEHADIRAT ALLAH SWT, SEHINGGA SIANG INI KITA DAPAT HADIR DALAM ACARA PELANTIKAN DEWAN PIMPINAN PAGI KABUPATEN CIREBON DALAM KEADAAN SEHAT WALAFIAT.
TAK LUPA KITA MEMPERSEMBAHKAN SHALAWAT DAN SALAM PADA JUNJUNAN KITA NABI MUHAMMAD SAW DAN KELUARGANYA YANG TELAH MERINTIS JALAN KEMANUSIAAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA UNTUK KITA TELADANI..


SEGENAP UNDANGAN YANG SAYA HORMATI, TERUTAMA BAPAK BUPATI CIREBON YANG KITA MULIAKAN. SEBELUMNYA, PERKENANKAN SAYA, ATAS NAMA KELUARGA BESAR PERSATUAN ANAK GURU INDONESIA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS KEHADIRAN PAGI DI KABUPATEN CIREBON DAN DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK GUNA IKUT MENYUKSESKAN ACARA PELANTIKAN PAGI KABUPATEN CIREBON INI DAN KEPADA PANITIA PELAKSANA MAUPUN PENGURUS PAGI KABUPATEN CIREBON, SAYA UCAPKAN SELAMAT DAN TERIMAKASIH YANG TAK TERHINGGA ATAS KERINGAT DAN KESIAPANNYA UNTUK BERJUANG MEMBENAHI MASALAH KEPENDIDIKAN BANGSA INI BERSAMA PAGI.


SECARA UMUM, UMUR PAGI MEMANG BOLEH DI KATA MASIH BELIA, MASIH MUDA BARU 2 (DUA) TAHUN, TAPI SPIRITNYA TETAP, FALSAFAH BESAR LELUHUR ’45, YAKNI MENDIDIK BANGSA INI LEBIH CERDAS BUKAN HANYA DALAM KONTEKS PEMIKIRAN, MELAINKAN JUGA CERDAS DALAM BERBANGSA DAN BERBUDAYA SEBAB DENGAN KECERDASAN BERBUDAYA KITA AKAN MAMPU MELETAKAN KEDAULATAN BERNEGARA SETEGAR MUNGKIN.


KRISIS PENDIDIKAN YANG SEMAKIN MENGHAWATIRKAN BELAKANGAN INI TENTU SAJA MENJADI PECUT TERSENDIRI BAGI KITA. NURANI KITA SANGAT MENOLAK UNTUK MEMBENARKAN TERJADINYA TINDAKAN-TINDAKAN YANG KURANG PRODUKTIF, YANG LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG MELIBATKAN TENAGA-TENAGA PENDIDIK. AKAN TETAPI KITA JUGA TIDAK PERNAH MAU MEMBIARKAN NASIB PARA PENDIDIK MENJADI KURANG BAIK SECARA PSIKOLOGIS MAUPUN MENYANGKUT KESEJAHTERAAN SOSIAL LAINNYA, SEBAB BAGAIMANAPUN JUGA JASA PARA GURU DALAM MENCERDASKAN BANGSA INI SERTA KERINGAT DAN PIKIRAN YANG MEREKA BERIKAN, MASIH BELUM SEBANDING DENGAN PENGHARGAAN YANG MEREKA TERIMA. BANYAKNYA DEMONSTRASI ATAU UNJUK RASA YANG DILAKUKAN PARA GURU BAIK YANG TELAH RESMI ATAU YANG MASIH TENAGA HONORER, SEJATINYA BUKAN DIDASARI OLEH KEPENTINGAN PRAGMATIS, MELAINKAN MEREKA INGIN YANG TERBAIK DAN WAJAR SECARA SOSIAL, TIDAK LEBIH DARI ITU. MAKA DPPROV PAGI JABAR BERHARAP, SELAYAKNYA KITA DAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA, TIDAK TERBURU-BURU MEMBERIKAN RESPON ATAU SIKAP YANG DISKRIMINATIF. SEBAGAI BANGSA YANG MULAI TERDIDIK, SEHARUSNYA KITA MELIHAT DINAMIKA SOSIAL LEBIH JERNIH DAN MENGEDEPANKAN INTEGRASI HUMANISME ITU SENDIRI. KECURIGAAN ATAU DISKRIMINASI YANG BERLEBIHAN HANYA AKAN MELAHIRKAN INSTABILITAS, TERMASUK DALAM DUNIA KEPENDIDIKAN.


MAKA UNTUK ITULAH PAGI HADIR UNTUK MEMBERIKAN PENCERAHAN DALAM PENDIDIKAN DENGAN MERAMU BERBAGAI ASPIRASI, TEROBOSAN STRATEGIS, KOMITMEN DAN TENTU SAJA KETULUSAN PARA ANAK GURU INDONESIA. BAHKAN PAGI BERTEKAD MEMBANGUN PERADABAN KEPENDIDIKAN LEBIH BAIK DENGAN MEMOMPA BAKAT, IDEALISM DAN KREASI SOSIAL ANAK-ANAK GURU INDONESIA SERTA DAPAT TURUT MENSEJAHTERAKAN PUTRA PUTRI GURU DI INDONESIA KHUSUSNYA DI KABUPATEN BANDUNG. DI BERBAGAI RUANG SECARA PROFESIONAL.


SEANDAINYA MAU BELAJAR, KITA HARUS LEBIH BANYAK BELAJAR KEPADA NEGARA LAIN, CONTOHNYA JEPANG SETELAH KEHANCURANNYA DI PERANG DUNIA KEDUA, JEPANG MULAI KEBANGKITANNYA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN DAN KESEHATAN. BAHKAN KITA JUGA HARUS BISA ANGKAT TOPI KEPADA MALAYSIA NEGARA TETANGGA YANG DULU “DIAJAR” KITA KINI MEREKA JUSTRU LEBIH BAIK DALAM BEBERAPA HAL, DI BANDING BANGSA INI. MESKIPUN, KITA JUGA TIDAK BISA MENUTUP MATA ATAS KENYATAAN SEBAGIAN SAUDARA KITA MENJADI “MESIN” SOSIAL DALAM STRUKTUR SOSIAL MALAYSIA, ITU REALITA YANG ADA DAN JUGA MENGIRIS HATI KITA.


UNTUK MENGANGKAT MARTABAT KEPENDIDIKAN, SEHARUSNYA KITA MEMBERIKAN MAKNA DAN MENUANGKAN NILAI TERHADAP KENYATAAN – KENYATAAN DI ATAS SECARA EMPATI BUKAN MALAH MENEMPATKAN BANGSA LAIN YANG MAJU SEBAGAI IKON YANG SUPERIOR INI BUKAN SEMATA SOAL HARGA DIRI, MELAINKAN MENYANGKUT OBYEKTIFITAS BAHWA KITA ADALAH BANGSA YANG MEMILIKI POTENSI BESAR YANG LAYAK DI PERTARUHKAN.


BANGSA LAIN ADALAH CERMIN, TAPI DIRI KITA TETAP HARUS MENJADI DIRI SENDIRI YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH BERDAULAT. BAIK DARI ASPEK PENDIDIKAN, DEMOKRASI, POLITIK, BUDAYA DAN JUGA EKONOMI, MARI KITA RAPATKAN BARISAN DEMI MENDIDIK BANGSA INI LEBIH BAIK, LEBIH SANTUN, LEBIH PEKA SOSIAL, LEBIH JERNIH BERFIKIR,DAN LEBIH ADIL BERSIKAP. DAN PAGI MEMINJAM BAHASA ALI SYARIATI, SOSIOLOG MUSLIM IRAN , “AKAN HADIR DENGAN KESAKSIAN YANG ADIL TERHADAP PENDIDIKAN DAN BANGKIT DENGAN NYALA INTELEKTUAL YANG MENCERAHKAN SELURUH ELEMEN BANGSA INI”, ITU TEKAD YANG TELAH DI GARISKAN.


AKHIRNYA, DENGAN SEPENUH HATI DAN HARAPAN YANG BESAR, SAYA ATAS NAMA KETUA DPPROV PAGI JABAR SEKALI LAGI MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DI LANTIKNYA PENGURUS PAGI KABUPATEN CIREBON, SELAMAT BEKERJA, SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA MERIDHOI SEMUA LANGKAH KITA UNTUK MEMBENAHI KEPENDIDIKAN INI, KEPADA PAGI KABUPATEN CIREBON UNTUK 4 TAHUN KEDEPAN.


BILLAHITTAUFIK WALHIDAYAH


WASSALAAMU’ALAIKUM Wr.Wb.
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com