Cari

Memuat...

Breaking News

Recent Posts

Tasyakur dan Doa Bangsa

BANDUNG, (PRLM).- 1.200 orang dari kalangan menengah di Jawa Barat, mengadakan "Tasyakur dan Doa Bangsa" untuk bersyukur atas Pilpres yang telah dilalui pada 9 Juli 2014 yang lalu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) ini berlangsung di Masjid Pusdai Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Jumat (11/7/2014), dan dihadiri dari berbagai variasi sosial masyarakat.
"Yang hadir di sini ada dari Majelis Pengajian, Karang Taruna, Struktural BKMM, Perwati, PAGI, LSM dan beberapa perkumpulan lainnya, bahkan mereka datang dengan menggunakan angkutan kota, delman, sepeda dan kendaraan unik lainnya," kata Penyelenggara Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), Giri M. Qudrat, Minggu (13/7/2014).

Giri mengatakan bahwa dalam acara ini terlihat kebersamaan saat para peserta ini mendoakan serta akan mendukung ketegasan dan martabat lembaga-lembaga penyelenggara Pemilu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. "Para peserta ini secara khusyu berdoa bersama, dan acara pun berlangsung khidmat saat ustadzah Sofiah atau yang akrab disapa Bunda Devi memberikan tausiahnya dengan indah," ujarnya.
Dalam tausiahnya tersebut secara lugas, lanjut Giri, Bunda Devi menyimpulkan bahwa karakter pemimpin seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan bangsa Indonesia tersebut.
Pemimpin Indonesia itu, menurutnya, harus orang yang mampu memenuhi kriteria, seperti kereligiusan maupun penggunaan rasio nalar yang amat baik, dan ketegasan yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. "Kami pun bersyukur atas telah terselenggaranya Pilpres 2014 kemarin, dan dalam Pilpres kemarin pun ternyata telah membangun kekuatan segmen-segmen sosial untuk bergerak maju," kata Giri.
Oleh karena itu kata Giri, dia bersama para peserta maupun masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk mendoakan pemimpin seperti Prabowo Subianto demi kebaikan bangsa agar lebih baik dimasa datang. (Mochamad Iqbal Maulud/A-147)***
Read more ...

Sambutan ketua PAGI-JABAR

Sambutan ketua PAGI-JABAR dalam
Diskusi Kebijakan Publik dalam Pendidikan
di Cirebon

PUJI SYUKUR KITA PANJATKAN KE KEHADIRAT ALLAH SWT, SEHINGGA SIANG INI KITA DAPAT HADIR DALAM ACARA PELANTIKAN DEWAN PIMPINAN PAGI KABUPATEN CIREBON DALAM KEADAAN SEHAT WALAFIAT.
TAK LUPA KITA MEMPERSEMBAHKAN SHALAWAT DAN SALAM PADA JUNJUNAN KITA NABI MUHAMMAD SAW DAN KELUARGANYA YANG TELAH MERINTIS JALAN KEMANUSIAAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA UNTUK KITA TELADANI..


SEGENAP UNDANGAN YANG SAYA HORMATI, TERUTAMA BAPAK BUPATI CIREBON YANG KITA MULIAKAN. SEBELUMNYA, PERKENANKAN SAYA, ATAS NAMA KELUARGA BESAR PERSATUAN ANAK GURU INDONESIA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS KEHADIRAN PAGI DI KABUPATEN CIREBON DAN DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK GUNA IKUT MENYUKSESKAN ACARA PELANTIKAN PAGI KABUPATEN CIREBON INI DAN KEPADA PANITIA PELAKSANA MAUPUN PENGURUS PAGI KABUPATEN CIREBON, SAYA UCAPKAN SELAMAT DAN TERIMAKASIH YANG TAK TERHINGGA ATAS KERINGAT DAN KESIAPANNYA UNTUK BERJUANG MEMBENAHI MASALAH KEPENDIDIKAN BANGSA INI BERSAMA PAGI.


SECARA UMUM, UMUR PAGI MEMANG BOLEH DI KATA MASIH BELIA, MASIH MUDA BARU 2 (DUA) TAHUN, TAPI SPIRITNYA TETAP, FALSAFAH BESAR LELUHUR ’45, YAKNI MENDIDIK BANGSA INI LEBIH CERDAS BUKAN HANYA DALAM KONTEKS PEMIKIRAN, MELAINKAN JUGA CERDAS DALAM BERBANGSA DAN BERBUDAYA SEBAB DENGAN KECERDASAN BERBUDAYA KITA AKAN MAMPU MELETAKAN KEDAULATAN BERNEGARA SETEGAR MUNGKIN.


KRISIS PENDIDIKAN YANG SEMAKIN MENGHAWATIRKAN BELAKANGAN INI TENTU SAJA MENJADI PECUT TERSENDIRI BAGI KITA. NURANI KITA SANGAT MENOLAK UNTUK MEMBENARKAN TERJADINYA TINDAKAN-TINDAKAN YANG KURANG PRODUKTIF, YANG LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG MELIBATKAN TENAGA-TENAGA PENDIDIK. AKAN TETAPI KITA JUGA TIDAK PERNAH MAU MEMBIARKAN NASIB PARA PENDIDIK MENJADI KURANG BAIK SECARA PSIKOLOGIS MAUPUN MENYANGKUT KESEJAHTERAAN SOSIAL LAINNYA, SEBAB BAGAIMANAPUN JUGA JASA PARA GURU DALAM MENCERDASKAN BANGSA INI SERTA KERINGAT DAN PIKIRAN YANG MEREKA BERIKAN, MASIH BELUM SEBANDING DENGAN PENGHARGAAN YANG MEREKA TERIMA. BANYAKNYA DEMONSTRASI ATAU UNJUK RASA YANG DILAKUKAN PARA GURU BAIK YANG TELAH RESMI ATAU YANG MASIH TENAGA HONORER, SEJATINYA BUKAN DIDASARI OLEH KEPENTINGAN PRAGMATIS, MELAINKAN MEREKA INGIN YANG TERBAIK DAN WAJAR SECARA SOSIAL, TIDAK LEBIH DARI ITU. MAKA DPPROV PAGI JABAR BERHARAP, SELAYAKNYA KITA DAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA, TIDAK TERBURU-BURU MEMBERIKAN RESPON ATAU SIKAP YANG DISKRIMINATIF. SEBAGAI BANGSA YANG MULAI TERDIDIK, SEHARUSNYA KITA MELIHAT DINAMIKA SOSIAL LEBIH JERNIH DAN MENGEDEPANKAN INTEGRASI HUMANISME ITU SENDIRI. KECURIGAAN ATAU DISKRIMINASI YANG BERLEBIHAN HANYA AKAN MELAHIRKAN INSTABILITAS, TERMASUK DALAM DUNIA KEPENDIDIKAN.


MAKA UNTUK ITULAH PAGI HADIR UNTUK MEMBERIKAN PENCERAHAN DALAM PENDIDIKAN DENGAN MERAMU BERBAGAI ASPIRASI, TEROBOSAN STRATEGIS, KOMITMEN DAN TENTU SAJA KETULUSAN PARA ANAK GURU INDONESIA. BAHKAN PAGI BERTEKAD MEMBANGUN PERADABAN KEPENDIDIKAN LEBIH BAIK DENGAN MEMOMPA BAKAT, IDEALISM DAN KREASI SOSIAL ANAK-ANAK GURU INDONESIA SERTA DAPAT TURUT MENSEJAHTERAKAN PUTRA PUTRI GURU DI INDONESIA KHUSUSNYA DI KABUPATEN BANDUNG. DI BERBAGAI RUANG SECARA PROFESIONAL.


SEANDAINYA MAU BELAJAR, KITA HARUS LEBIH BANYAK BELAJAR KEPADA NEGARA LAIN, CONTOHNYA JEPANG SETELAH KEHANCURANNYA DI PERANG DUNIA KEDUA, JEPANG MULAI KEBANGKITANNYA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN DAN KESEHATAN. BAHKAN KITA JUGA HARUS BISA ANGKAT TOPI KEPADA MALAYSIA NEGARA TETANGGA YANG DULU “DIAJAR” KITA KINI MEREKA JUSTRU LEBIH BAIK DALAM BEBERAPA HAL, DI BANDING BANGSA INI. MESKIPUN, KITA JUGA TIDAK BISA MENUTUP MATA ATAS KENYATAAN SEBAGIAN SAUDARA KITA MENJADI “MESIN” SOSIAL DALAM STRUKTUR SOSIAL MALAYSIA, ITU REALITA YANG ADA DAN JUGA MENGIRIS HATI KITA.


UNTUK MENGANGKAT MARTABAT KEPENDIDIKAN, SEHARUSNYA KITA MEMBERIKAN MAKNA DAN MENUANGKAN NILAI TERHADAP KENYATAAN – KENYATAAN DI ATAS SECARA EMPATI BUKAN MALAH MENEMPATKAN BANGSA LAIN YANG MAJU SEBAGAI IKON YANG SUPERIOR INI BUKAN SEMATA SOAL HARGA DIRI, MELAINKAN MENYANGKUT OBYEKTIFITAS BAHWA KITA ADALAH BANGSA YANG MEMILIKI POTENSI BESAR YANG LAYAK DI PERTARUHKAN.


BANGSA LAIN ADALAH CERMIN, TAPI DIRI KITA TETAP HARUS MENJADI DIRI SENDIRI YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH BERDAULAT. BAIK DARI ASPEK PENDIDIKAN, DEMOKRASI, POLITIK, BUDAYA DAN JUGA EKONOMI, MARI KITA RAPATKAN BARISAN DEMI MENDIDIK BANGSA INI LEBIH BAIK, LEBIH SANTUN, LEBIH PEKA SOSIAL, LEBIH JERNIH BERFIKIR,DAN LEBIH ADIL BERSIKAP. DAN PAGI MEMINJAM BAHASA ALI SYARIATI, SOSIOLOG MUSLIM IRAN , “AKAN HADIR DENGAN KESAKSIAN YANG ADIL TERHADAP PENDIDIKAN DAN BANGKIT DENGAN NYALA INTELEKTUAL YANG MENCERAHKAN SELURUH ELEMEN BANGSA INI”, ITU TEKAD YANG TELAH DI GARISKAN.


AKHIRNYA, DENGAN SEPENUH HATI DAN HARAPAN YANG BESAR, SAYA ATAS NAMA KETUA DPPROV PAGI JABAR SEKALI LAGI MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DI LANTIKNYA PENGURUS PAGI KABUPATEN CIREBON, SELAMAT BEKERJA, SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA MERIDHOI SEMUA LANGKAH KITA UNTUK MEMBENAHI KEPENDIDIKAN INI, KEPADA PAGI KABUPATEN CIREBON UNTUK 4 TAHUN KEDEPAN.


BILLAHITTAUFIK WALHIDAYAH


WASSALAAMU’ALAIKUM Wr.Wb.
Read more ...

VISI PAGI

Berangkat dari sebuah keinginan yang tulus untuk mewujudkan silahturahmi serta rasa kebersamaan, putra-putri guru memandang perlu dibentuknya suatu wadah sebagai media pengabdian, pemberdayaan dan pemersatu, yakni PERSATUAN ANAK GURU INDONESIA (PAGI).

PERSATUAN ANAK GURU INDONESIA (PAGI) lahir dengan sebuah visi “Terwujudnya kemajuan pendidikan demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, kreatif, dan sejahtera” dengan memiliki arah perjuangan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bersama-sama memberikan kepedulian dan keterpanggilan dalam pengabdian terhadap masyarakat.

Dalam sejarah kemajuan sebuah Negara dimanapun, guru dan pendidikan memegang peran kunci yang sangat penting. Memuliakan guru dan menempatkan pendidikan pada posisi yang strategis, adalah sebuah keharusan jika sebuah Negara ingin menggapai kemajuan. Tapi hal itu hingga saat ini belum mewujud sebagai sebuah kenyataan, masih menjadi sesuatu yang harus sungguh-sungguh diperjuangkan. Dan PAGI memiliki keinginan kuat untuk terlibat dalam perjuangan mulia, menempatkan guru dan pendidikan sebagai jantung kemajuan Indonesia .

Kelahiran PAGI tentu disertai dengan sebuah harapan, semoga dapat mewarisi ketulusan dan tekad orangtua kami kaum guru untuk mengabdi dan berjuang tanpa pamrih mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan Indonesia menjadi Negara maju dan sejahtera.
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com